Senapan Angin Pasopati Pasopati Bramasta Antariksa

by on May 16, 2017


Remington 700 Sniper senapan angin pasopati angin pasopati runduk Steyr SSG (ScharfShutzenGewer 69) diperkembang serta di produksi oleh pabrik Steyr-Daimler-Puch, Austria (Bukanlah Steyr Manlincher). Dengan cara tehnis SSG-69 beroperasi dengan system bolt action, rotating bolt (6 lug) dengan input magasen. senapan angin pasopati angin pasopati yang dinamakan SSG 69 (AKA SSG-P1) aslinya diperlengkapi dengan pisir logam, serta pada versus modifikasi tak diperlengkapi pisir itu. Di Amerika senapan angin pasopati angin pasopati ini di beri kode M24 serta banyak dipakai oleh petembak runduk dari Angkatan Darat Amerika (lalu disaingi oleh Remington Jenis 700). senapan angin pasopati runduk Steyr SSG saat ini di tawarkan dalam empat jenis versus militer ; SSG-PI, SSG-PII, SSG-PIIK serta SSG-PIV.

SSG-PI aslinya diperkembang sebagai senapan angin pasopati kontra petembak runduk, serta diperlengkapi dengan synthetic stok. Mempunyai laras selama 660mm diperlengkapi dengan pembidik logam serta pembidik teleskop standard NATO.SSG-PII versus polisi sebagai senapan angin pasopati angin pasopati runduk taktis mempunyai laras selama 26�, SSG-PIIK mempunyai laras dengan panjang 20� (508mm). SSG-PIV di Eropa dimaksud SSG SD mempunyai laras selama 16� (406mm) dengan penambahan flash hider (peredam sinar api waktu memuntahkan peluru) serta bisa dipasangi peredam nada. Semuanya versus SSG diperlengkapi popor berbahan polymer.

HAMAH (sumber 3 November 2012) � Mujahidin Jabhah Nushrah kembali menghadirkan seseorang ksatrianya sebagai syahid dalam pertempuran di provinsi Pinggir Hamah. Abu Hamzah Al-Faruq, sang mujahid gugur dalam umur 15 th.. Dialah sniper serta mujahid termuda Jabhah Nushrah di negeri Syam. Umar Al-Bukairati adalan nama asli Abu Hamzah Al-Faruq atau Abu Hamzah Asy-Syami. Ia dilahirkan di kota Qudsiya, provinsi Idlib, Suriah pada th. 1996 M. Ia tinggal serta tumbuh di kota Qudsiya berbarengan keluarganya hingga umur 12 th.

senapan angin pasopati
Semangat keislaman serta anti kezaliman rezim Nushairiyah Suriah mulai berkembang waktu ia masuk bangku pendidikan menengah dalam umur 13 th.Waktu revolusi rakyat muslim Suriah berlangsung pada Maret atau April 2011 M, Umar Al-Bukairati termasuk juga grup siswa yang pertama kalinya menyambutnya. Berbarengan beberapa pemuda, orangtua serta orang-orang kota Qudsiya, Umar Al-Bukairati turun ke jalan dalam bebrapa tindakan demonstrasi menentang rezim Suriah. Dinas intelijen serta militer rezim Suriah memburu beberapa aktivis demonstrasi di semua lokasi Suriah. Umar Al-Bukairati berbarengan beberapa ratus pemuda serta aktivis di kota Qudsiya termasuk juga dalam daftar DPO rezim Suriah. Dengan kemauan menyelamatkan diri dari kezaliman serta kekejaman rezim Suriah, Umar Al-Bukairati serta keluarganya berhijrah ke Turki pada bln. September 2011. Beberapa puluh ribu warga sipil muslim Suriah yang lain juga berhijrah ke Turki untuk menyelamatkan agama serta nyawa mereka.

Ditempat pengungsian di negara Turki, Umar Al-Bukairati tak rasakan ketenangan sedikit juga. Bagaimana ia dapat tenang, sesaat beberapa ribu anak-anak, wanita serta orangtua yang tidak berdosa dibantai sehari-harinya di semua lokasi Suriah? Ia tak ikhlas tidak mati tenang di Turki, sesaat golongan muslimin di Suriah ditindas rezim Nushairiyah. Semangat keislaman serta jihad selalu membara dalam jiwa Umar Al-Bukairati. Sehari-hari ia membanting tulang untuk menolong kehidupan keluarganya di kamp pengunsian, sembari sedikit untuk sedikit menabung sisa duit berbelanja. Berbekal duit tabungan serta duit pemberian keluarganya, Umar Al-Bukairati beli satu senapan angin pasopati angin pasopati sniper. Ia lalu kembali pada tanah kelahirannya, kota Qudsiya. Disanalah ia membaiat pemimpin grup mujahidin Jabhah Nushrah. Lewat grup itu, ia memperoleh kursus militer umum serta kursus spesial untuk calon sniper. Dengan karunia Allah semata, lalu latihan militer serius.